3 Oktober 2014: Minikino Events Screening: Konspirasi Hening | Ucu Agustin

konspirasihening_FBheader

Minikino Event Screening & Diskusi:
KONSPIRASI HENING (CONSPIRASY OF SILENCE)
https://www.facebook.com/events/778287182229459

Jumat, 3 Oktober 2014, 19:30 – 21:30
di Minihall Griya Musik Irama Indah
Jl. Diponegoro 114, Denpasar

MENGENAI PROGRAM
KONSPIRASI HENING (CONSPIRASY OF SILENCE) (2011)
78 Menit | 2011 | indonesia w/ english subs | Ucu Agustin
Produser: Nia Dinata & Ucu Agustin

Sebuah Dokumenter Tentang Mereka; Para Korban Malpraktek dan Yang Tak Berdaya Menghadapi Sakit Di Tengah Kemiskinan.

Sinopsis

Sesungguhnya, sesulit apakah upaya pencarian akan kesehatan dan keadilan di bidang layanan kesehatan di Indonesia? Jawabannya: sesulit mencari jarum dalam tumpukan jerami. Yang miskin masih dibiarkan tak memiliki akses terhadap layanan kesehatan, yang kaya mencari layanan kesehatan di luar negeri, sementara para korban malpraktek yang terlanggar haknya dan berusaha mencari keadilan, hampir semuanya berakhir pada titik nol. Konspirasi hening yang teranyam dalam tubuh korps kedokteran di Indonesia telah begitu kuat, sedangkan hak pasien seolah sengaja didiamkan dan terbiarkan tanpa perlindungan oleh pemerintah.

Konspirasi Hening adalah sebuah penulusuran yang berangkat dari kisah-kisah kemanusiaan milik para korban malpraktek yang menggugah dan menyentuh, namun berakhir dengan perasaan gusar karena masih jauhnya masyarakat indonesia dari hak mendapat layanan kesehatan yang layak dan memenuhi rasa keadilan.

Short Bio
http://id.wikipedia.org/wiki/Ucu_Agustin
Ucu Agustin (lahir di Sukabumi, 19 Agustus 1976) adalah seorang jurnalis, penulis, dan pembuat film dokumenter dari Indonesia.

Dengan audio visual dan media dokumenter, Ucu ingin membawa audience untuk langsung berada di lapangan dan melihat sendiri apa yang terjadi. Film dokumenter pertamanya, Death in Jakarta, dibuat dengan bantuan dana dari Jakarta International Film Festival. Dokumenternya yang lain adalah Bab Akhir Pramoedya, Ragat’e Anak dan Konspirasi Hening. Ucu juga menulis beberapa buku anak-anak dan cerpen.

Oleh media-media di Indonesia, Ucu disebut sebagai “salah satu pembuat film dokumenter Indonesia yang terbaik” yang sering memuat isu sosial dalam karyanya. Ragat’e Anak (yang menjadi bagian dari Omnibus Pertaruhan) pernah ditayangkan di seksi Panorama di Festival Film Internasional Berlin pada tahun 2009. Film ini merupakan film Indonesia pertama yang diputar di Panorama. Ucu menghadiri tayanganya di Berlin bersama Nia (Dinata). Ia juga pernah bermain dalam film 9808 Antologi 10 Tahun Reformasi Indonesia.

Konspirasi Hening atau “Cosnpiracy Of Silence” diproduseri Nia Dinata dan mengambil judulnya dari pernyataan Kartono Mohamad, mantan ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), bahwa sebuah “konspirasi hening” telah membuat semua peraturan di Indonesia tentang pelayanan kesehatan menjadi tidak dapat ditegaskan. Film ini mendalami isu tentang pelayanan kesehatan di Indonesia dengan mengikuti kehidupan tiga orang; dua yang mengalami malapraktik dan satu orang miskin yang tidak bisa mendapatkan akses pada layanan kesehatan.

Ika Krismantari, menulis untuk The Jakarta Post, mencatat bahwa Ucu sering memuat tema yang “menantang”, seperti keadilan sosial, jaminan kesehatan, dan ketidaksetaraan gender, dalam film dokumenternya. Isu gender sering muncul di filmnya. Ucu sendiri pernah menyatakan bahwa orang yang “inspiratif” adalah topik yang bagus untuk film dokumenter, sebab penonton mungkin dapat dipengaruhi oleh kesulitan hidup yang pernah dilalui subjek. Krismantari menyatakan bahwa Ucu adalah “salah satu pembuat film dokumenter Indonesia yang terbaik”.

info@minikino.org
www.minikino.org